Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh makna. Setiap tahun sekali orang-orang yang beragama islam menjalankan kewajibannya bagi yang mampu menjalankannya dan telah baligh atau dewasa.
Kehidupan zaman sekarang terutama di Indonesia. Makna puasa hanya sebatas pada makna sebuah simbol belaka. Dimana makna tersebut hanya terletak pada untuk menahan nafsu untuk tidak makan, minum maupun amarah. Dalam teorinya memang praktis untuk dilakukan. Dalam prakteknya sulit untuk melakukan hal tersebut. Mungkin orang bisa untuk melakukan puasa selama 1 bulan penuh, tetapi hidup terus berjalan dan tidak mungkin berhenti.
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat akan selalu dihadapkan dalam situasi yang tidak kondusif. Kehidupan terus berubah seiring berjalannya waktu. Manusia tetaplah manusia. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Manusia memiliki perasaan dan pikiran. Apakah mungkin manusia hanya memilih perasaan semata. Apakah mungkin manusia hanya memilih pikiran semata. Saya rasa hal itu sangatlah tidak mungkin.
Pada fase perkembangan manusia. Manusia berasal dari makhluk kera yang berakal dan lambat laun mengalami evolusi sampai terbentuknya menjadi manusia yang sempurna. Memiliki otak dan bentuk tubuh yang sempurna. Manusia memiliki insting membunuh.
Ketika manusia dihadapkan sebuah permasalahan yang sangat kompleks. Sehingga menuntut manusia untuk ber-insting. Kita harus ingat insting manusia adalah membunuh. Sehingga sangat tidak mungkin makna puasa hanya dikategorikan pada menahan hawa nafsu semata.
Para agamawan sering berkhotbah dan melakukan siar ke pada pemuka masyarakat. Mereka tidak menyadari hal tersebut memang sah untuk dilakukan tetapi agamawan memaksa masyarakat untuk mengkotak-kotak kelompok masyarakat.
Kasus yang sangat terlihat pada situasi politik saat ini. Sangat jelas sekali para koruptor seenaknya saja mengambil uang negara. Apakah dimungkinkan bulan puasa yang penuh berkah, bangsa ini ternodai oleh hal-hal semacam seperti demikian. Masalah dan polemik kemudian bermunculan. Mengapa hal seperti demikian mata menjadi terbuka ketika mengingat bulan puasa ramadhan. Saya rasa sangat munafik. Ya. Bangsa kita sarat dengan kemunafikan. Dimana puasa hanya dijadikan sebuah simbol agamis.
September 12, 2007 pukul 2:31 pm
Mas kayaknya terlalu ekstrim headlinenya.